berteriak riuh rendah
berharap ada yang mendengar
berharap ada yang peduli
berharap ada yang meluangkan waktunya
tapi
teriakkan ku hilang terbawa badai
di telan gemuruh guntur
terganti oleh derai keras hujan
suara ku hilang
suara tak dapat kau dengar
pesan ku tak sempat menemui mu
suara ku hilang
di telan badai gelombang
Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts
Monday, April 19, 2010
Wednesday, April 14, 2010
Bela diri sampai mati
Salahkah kami?
Mempertahankan apa yang seharusnya di pertahankan
Memperjuangkan sejengkal tanah kami
Kami takkan memulai jika tak diusik
Kami takkan meledak bila tak disulut
Bukan, kami bukan anarki
Ini sekadar bela diri
Mempertahankan harga diri
Kami sudah sering terinjak-injak
Kami hanya bisa teriak
Hasilnya?
Kasus hilang tanpa jejak
Kami tahu
Apapun yang terjadi
Kami tetap ada di posisi antagonis
Tetap ada di posisi tak menguntungkan
Mempertahankan apa yang seharusnya di pertahankan
Memperjuangkan sejengkal tanah kami
Kami takkan memulai jika tak diusik
Kami takkan meledak bila tak disulut
Bukan, kami bukan anarki
Ini sekadar bela diri
Mempertahankan harga diri
Kami sudah sering terinjak-injak
Kami hanya bisa teriak
Hasilnya?
Kasus hilang tanpa jejak
Kami tahu
Apapun yang terjadi
Kami tetap ada di posisi antagonis
Tetap ada di posisi tak menguntungkan
Monday, April 12, 2010
Takkan bisa
Percuma saja
Jika kau coba berteriak disini
Aku takkan pernah beranjak
Walaupun hanya satu inchi
Takkan pernah
Walaupun kau hunuskan belati mu yang berkilat
Memaksaku untuk minggat
Aku takkan takut
Bahkan dengan tombak racun berkarat
Aku akan tetap disini
Bahkan sampai aku sekarat
Aku akan tetap disini
Disini
Aku akan tetap menunggu
Di hatimu
Tolong,
Bisa kah kau berikan aku isyarat?
Jika
Kau tertarik :)
Jika kau coba berteriak disini
Aku takkan pernah beranjak
Walaupun hanya satu inchi
Takkan pernah
Walaupun kau hunuskan belati mu yang berkilat
Memaksaku untuk minggat
Aku takkan takut
Bahkan dengan tombak racun berkarat
Aku akan tetap disini
Bahkan sampai aku sekarat
Aku akan tetap disini
Disini
Aku akan tetap menunggu
Di hatimu
Tolong,
Bisa kah kau berikan aku isyarat?
Jika
Kau tertarik :)
Aku bisa
Aku tahu aku bisa
Karenanya
Aku ledakkan semua potensi yang ku miliki
Potensi diri
Juga nyali
Menyalak dengan beringas
Bak meteor yang melintas
panas
Meluncur bebas
Layaknya benda berkecepatan cahaya
Tak terlihat
Namun cepat
Menantang batu karang di ujung pantai
Walau tahu
Tak mungkin
Tapi aku tahu aku bisa
Karenanya
Aku ledakkan semua potensi yang ku miliki
Potensi diri
Juga nyali
Menyalak dengan beringas
Bak meteor yang melintas
panas
Meluncur bebas
Layaknya benda berkecepatan cahaya
Tak terlihat
Namun cepat
Menantang batu karang di ujung pantai
Walau tahu
Tak mungkin
Tapi aku tahu aku bisa
Thursday, April 8, 2010
Hujan
Hari hujan lagi
Kamu tahu kan?
Hujan
Hujan sepanjang bulan ini
Kamu masih disana kan?
Tunggu aku sebentar
Maukah kamu?
Tunggu aku
Tunggu aku
Di halte sekolahmu
Sunday, April 4, 2010
Teruntuk yang terindah: Ayah
Post ini saya dedikasikan untuk seluruh ayah teman teman yang telah berpulang ke sisi Allah SWT
Kepada yang terindah, ayah
Aku hujankan ribuan salam kepadamu disana
hey ayah, apa kabar?
Aku kangen sekali pada ayah
Aku rindu membuatkan kopi untuk ayah setiap pagi
Aku rindu di bangunkan oleh mu setiap pagi ( walaupun sangat sulit ayah membangunkan aku hihi)
Aku rindu omelan mu, ketika engkau melarangku pergi dengan teman-temanku (padahal itu teman terbaikku)
Aku rindu hangat tubuh mu, aku selalu bisa merasakan aroma khas tubuh mu, tubuh seorang laki-laki yang bahkan rela melakukan apapun demi keluarganya
Ayah maafkan aku ya?
Maafkan aku yang selalu berbeda pendapat denganmu, walaupun aku tahu itu yang terbaik untuk ku
Maafkan aku yang sampai sekarang belum bisa membuat mu tersenyum bangga karena prestasi mu
Bisakah ayah memaafkan aku?
Karena aku pernah membenci mu, ketika engkau membentak ku dan itu kesalahan ku
Maafkan aku ayah
Karena aku jarang mendoakan kebaikan untuk mu, padahal saat engkau masih hidup, kepentingan dan kebaikan aku lah yang engkau dahulukan
Ayah,
Tenanglah engkau disana
Di tempat abadi itu
Ayah,
Kami semua selalu mengingat mu
Walau raga ayah sudah tak disini
Tapi semangat mu masih berkobar di hati ku
Selamat jalan ayah
Selamat jalan
Kepada yang terindah, ayah
Aku hujankan ribuan salam kepadamu disana
hey ayah, apa kabar?
Aku kangen sekali pada ayah
Aku rindu membuatkan kopi untuk ayah setiap pagi
Aku rindu di bangunkan oleh mu setiap pagi ( walaupun sangat sulit ayah membangunkan aku hihi)
Aku rindu omelan mu, ketika engkau melarangku pergi dengan teman-temanku (padahal itu teman terbaikku)
Aku rindu hangat tubuh mu, aku selalu bisa merasakan aroma khas tubuh mu, tubuh seorang laki-laki yang bahkan rela melakukan apapun demi keluarganya
Ayah maafkan aku ya?
Maafkan aku yang selalu berbeda pendapat denganmu, walaupun aku tahu itu yang terbaik untuk ku
Maafkan aku yang sampai sekarang belum bisa membuat mu tersenyum bangga karena prestasi mu
Bisakah ayah memaafkan aku?
Karena aku pernah membenci mu, ketika engkau membentak ku dan itu kesalahan ku
Maafkan aku ayah
Karena aku jarang mendoakan kebaikan untuk mu, padahal saat engkau masih hidup, kepentingan dan kebaikan aku lah yang engkau dahulukan
Ayah,
Tenanglah engkau disana
Di tempat abadi itu
Ayah,
Kami semua selalu mengingat mu
Walau raga ayah sudah tak disini
Tapi semangat mu masih berkobar di hati ku
Selamat jalan ayah
Selamat jalan
Saturday, April 3, 2010
Perkenalkan: masa depan
Sesuatu yang kita ga tau, namanya masa depan
Bisa jadi baik atau malah buruk buat hidup kita
Sesuatu yang kita ga paham, namanya masa depan
Bisa senang atau sedih begitu mengalami
Sesuatu yang kita mau, namanya masa depan
Tapi kalau itu sesuai sama kemauan kita
Sesuatu yang kita gamau, namanya masa depan
Kalau kebalikan sama kemauan kita
Sesuatu yang kita gabisa tahan, namanya masa depan
Datang dengan kurirnya, waktu
Sesuatu yang paling misterius, namanya masa depan
Kejutannya selalu tak terduga duga
Sesuatu yang paling dihindari, namanya masa depan
Kalau itu berujung kepada perpisahan
Dan sesuatu sesuatu lainnya
Saturday, February 13, 2010
Bayang
Bayang
Sekilas aku melihat bayanganmu
berkelebat di depanku
aku tahu itu maya
namun terkesan nyata
berkelebat di depanku
aku tahu itu maya
namun terkesan nyata
ternyata bukan sekilas aku melihat bayangmu
kerap kali aku melihat bayangmu
kau menari indah di pikiranku
harusnya aku cepat tersadar kalau itu hanya semu
kerap kali aku melihat bayangmu
kau menari indah di pikiranku
harusnya aku cepat tersadar kalau itu hanya semu
lagi lagi aku melihat bayangmu
entah apa maksudnya
ini membuat ku terlempar ke masa lalu
memaksaku merasakan luka lama
entah apa maksudnya
ini membuat ku terlempar ke masa lalu
memaksaku merasakan luka lama
aku benar benar melihat bayangmu
aku meyakinkan diriku
Ya, aku melihat bayangmu
aku meyakinkan diriku
Ya, aku melihat bayangmu
hanya bayangmu
Friday, January 15, 2010
Antara hidup dan cerita dunia
Antara hidup dan cerita dunia
kawan, duduk lah sebentar, temani aku disini
aku ingin bercerita kepadamu tentang hidupku
kau hanya perlu mendengarkan saja kawan
dengarkan ceritaku mungkin kau bisa mengambil manfaatnya
kawan, lihat lah roda pedati itu
tidak ada sisi atas ataupun bawah dalam roda
karena suatu saat, bawah bisa jadi atas
ataupun atas bisa jadi bawah
kawan, begitupun hidup ini
jangan kau bangga bisa berada diatas
jangan kau bangga kau bisa memiliki semuanya
sebab suatu saat, bisa saja kau jatuh dan kau terinjak dibawah
kawan, meskipun hidup seperti roda
namun janganlah hilang semangat hidup dari dadamu
terus kobarkan semangatmu
sebab jika semangat itu hilang, tak ada gunanya kau hidup
Saturday, December 26, 2009
Kisah Bibit
Aku teringat sebuah jawaban yang kuberikan kepadamu dulu
ketika kau bertanya
"Akan kau kemanakan benih cintamu?" tanyamu
"Akan kutanam dan kurawat benih itu agar tumbuh baik dan subur"
Namun ketika akan kutanam benih cintaku, kau datang
Kau bilang kau ingin memilikinya dan kau akan menjaganya dengan baik
Aku pun memberikannya padamu dan berharap kau bisa merawatnya
kau hanya menjawabnya dengan senyuman khasmu, mungkin artinya iya
Wednesday, November 18, 2009
Percakapan Intim
suatu ketika di malam yang tenang, hanya winamp yang berkoar koar dengan musiknya,
mouse bertanya kepadaku
dia berkata : sudah berapa puluh juta kali kamu menekan ku?
belum aku menjawab pertanyaan, keyboard menimpalinya
dia berkata : sudah berapa tahun aku bersamamu mengarungi dunia maya, aku sudah lelah kawan
monitor pun berkata : entah berapa kali aku mengeluarkan sinar radiasi, tapi engkau tidak mau menghindar dari hadapan ku
modem pun menimpali : aku merasa panaaaaaaaas, hentikan, hentikan, cukup untuk malam ini
aku pun berkata : oke teman temanku sayaaaaaaang, kita akan bekerja lagi esok pagi, siapkan diri kalian, kita arungi kejamnya hidup ini :D
mouse bertanya kepadaku
dia berkata : sudah berapa puluh juta kali kamu menekan ku?
belum aku menjawab pertanyaan, keyboard menimpalinya
dia berkata : sudah berapa tahun aku bersamamu mengarungi dunia maya, aku sudah lelah kawan
monitor pun berkata : entah berapa kali aku mengeluarkan sinar radiasi, tapi engkau tidak mau menghindar dari hadapan ku
modem pun menimpali : aku merasa panaaaaaaaas, hentikan, hentikan, cukup untuk malam ini
aku pun berkata : oke teman temanku sayaaaaaaang, kita akan bekerja lagi esok pagi, siapkan diri kalian, kita arungi kejamnya hidup ini :D
Pawang dan Monster
Langit sudah berhenti menangis ketika dua puluh empat monster bangkit
Mulai menggangu dan saling bantai
kandang yang kecil sepertinya mulai tak kondusif
Bahkan sang pawang mulai kehilangan kesabaran
Pawang mulai kebingungan melawan para monster
Monster yang telah ia ciptakan sendiri
Mungkin sebentar lagi sang pawang akan mati
Dimakan monsternya sendiri
Sukabumi,18 November 2009
118 hari menuju Ujian Nasional
Cerita Malam
Kulihat istana Raja berdiri megah di hadapanku
Putih cerah bak memancarkan cahaya kehidupan
Sayup-sayup kudengar alunan musik
Memainkan sebuah kidung lembut dan menghanyutkan
Irama yang belum pernah kudengar sebelumnya
Sesosok tubuh berbalut gaun putih berhiaskan permata
Berjalan medekat kearahku seraya melontarkan senyum
Senyum yang amat manis
Andai Nabi Yusuf melihatnya, sudah pasti ia akan mengiris tangannya
Karena keindahan ciptaan-Nya di depanku sekarang
Rambut yang hitam bak malam mendung tanpa cahaya
Mata biru laut terperangkap dilubangnya
Bibir merah menggoda semua pasang mata
Kalau saja semua lelaki dari kaum Sodom Gomorah melihatnya
Tentu adzab Allah tak turun pada mereka
Bibir merahnya terbuka seraya berkata :
"maukah engkau meminangku?"
"Tak akan ada yang bisa menolak pesonamu
Andai wanita bumi bisa memilih menjadi Laki-laki, tentu mereka akan meminta kepada Allah
Supaya merubah mereka menjadi Laki-laki"
"Tak ada yang menolak ajakan seorang ciptaan
Yang apabila wajahnya muncul kebumi, maka teranglah dunia
Yang hiasan kepalanya lebih indah dari langit beserta bumi
Yang menjadi pelipur lara semua makhluk ciptaan
Tentu saja aku bersedia, apa mahar mu?" Tanya ku
Sejenak bidadari itu tersenyum seraya berkata
"Kerjakanlah shalat malam dan berdoalah pada Tuhanmu
agar kita dinikahkan kelak dan Istana ini akan jadi milikmu
Sekarang pulanglah, penuhi maharku" Katanya
Ia pun mengecup keningku dan aku pun terbangun dari tidur ku
Dengan langkah yang bersemangat, aku berjalan menuju tempat wudhu
dalam hatiku aku berjanji akan memenuhi mahar calon istriku
Ku gelar sajadah ku dan mulai mengangkat tanganku
"Allahu Akbar"
Sukabumi, 16 November 2009
120 hari menuju Ujian Nasional
Subscribe to:
Posts (Atom)
